Semua orang tentu sudah sering mendengar dan memahami apa itu renovasi, baik renovasi rumah maupun bangunan lainnya. Namun, pernahkah Anda mendengar tentang fit out? Lalu, apa perbedaan antara fit out interior vs renovasi?
Di dalam dunia konstruksi modern dan properti, istilah fit out makin sering ditemui beberapa tahun belakangan ini. Secara sederhana, fit out merupakan proses penataan sekaligus penyempurnaan sebuah ruang bangunan agar siap untuk digunakan sebagaimana mestinya.
Untuk Anda yang penasaran, berikut beberapa perbedaan antara fit out interior vs renovasi.
Sebelum langsung membahas tentang fit out interior vs renovasi, ada baiknya bagi Anda untuk memahami apa itu fit out terlebih dahulu. Seperti yang sudah disinggung tadi, fit out merupakan kegiatan untuk menyiapkan sebuah ruangan agar bisa menjadi lebih rapi dan berfungsi sesuai dengan tujuannya.
Mudahnya, ketika bangunan sudah selesai dibangun, maka proses selanjutnya yang mencakup memasang plafon, partisi, pencahayaan dan instalasi listrik, hingga pemasangan lantai dan lain sebagainya termasuk dalam fit out. Oleh karena itu pula, jasa fit out interior berbeda dengan arsitek.
Biasanya, step by step proses fit out interior ini dimulai dari perencanaan sekaligus desain, menyiapkan area kerja, pemasangan instalasi sistem utama, mulai pengerjaan bagian sipil dan interior termasuk memilih meja atau memilih kursi yang tepat sesuai kebutuhan, hingga akhirnya pemeriksaan dan finishing.
Istilah fit out interior sendiri tidak hanya berpacu untuk rumah saja, namun bangunan lain yang cukup besar seperti kantor, apartemen, hingga pusat perbelanjaan. Semakin kompleks kebutuhan dan fungsionalitas di dalam ruangan tersebut, maka makin profesional juga jasa fit out interior yang dibutuhkan.
Fit out sendiri terbagi dalam beberapa jenis, yakni Category A fit out yang cakupannya hanya pekerjaan dasar seperti pemasangan lantai dan plafon. Category B fit out adalah tahap lanjutan seperti pemasangan partisi dan beberapa furniture khusus, dan yang terakhir adalah Shell and Core yang cakupannya mengacu pada bangunan yang masih benar-benar “mentah”.
Setelah memahami apa itu fit out, barulah kini saatnya Anda mengulik tentu perbedaan fit out interior vs renovasi. Hal ini penting untuk dipahami karena masih banyak sekali orang yang menganggap kedua pekerjaan ini sama padahal proses dan tujuannya cukup berbeda.
Secara sederhana, renovasi merupakan proses memperbarui, memperbaiki, meremajakan ataupun meningkatkan kualitas baik dari struktur bangunan maupun estetikanya. Agar lebih lengkap, berikut perbedaan fit out interior vs renovasi yang perlu diketahui.
Sedangkan, pada renovasi biasanya ruangan tersebut sudah memiliki banyak barang dan furniture karena sudah pernah digunakan sebelumnya. Jadi mudahnya, fit out interior bekerja di ruangan kosong yang belum pernah digunakan, sedangkan renovasi sebaliknya.
Sedangkan, pada pekerjaan renovasi fokus pengerjaannya adalah pada upgrade, penggantian atau perbaikan salah satu bagian ruangan yang memang sudah membutuhkan. Artinya, pada renovasi hanya bisa mengerjakan salah satu sudut kecil saja yang memang sudah harus diganti atau diperbaiki.
Sedangkan, renovasi bisa dilakukan setelah sebuah kantor dibuka dan beroperasi. Bahkan, proses renovasi ini tetap bisa dilakukan ketika kantor sedang beroperasi selama dirasa tidak mengganggu, atau setidaknya tidak membutuhkan waktu yang terlalu lama.
Sedangkan aspek terakhir yang bisa membantu Anda memahami perbedaan fit out interior vs renovasi adalah contohnya itu sendiri. Contoh untuk fit out sebuah kantor adalah pemasangan instalasi listrik, lantai, partisi ataupun plafon karena sebelumnya memang belum tersedia.
Sedangkan, untuk contoh renovasi kantor adalah mengubah beberapa furniture, atau mengubah layout lama karena dianggap sudah tidak efektif lagi. Atau contoh yang lebih sederhana adalah mengubah model pintu rumah di rumah Anda karena sudah rusak atau modelnya sudah ketinggalan zaman.
Nah, itulah beberapa perbedaan fit out interior vs renovasi yang perlu Anda ketahui. Lalu kemudian, sering muncul pertanyaan jika Anda baru akan membuka kantor, apakah fit out interior wajib dilakukan? Jawabannya adalah tergantung dari kondisi kantor itu sendiri.
Jika keadaannya masih benar-benar kosong sampai belum ada instalasi peralatan-peralatan vital, maka jawabannya tentu saja iya. Namun, jika ternyata kondisi ruangan sudah cukup memadai, maka Anda hanya perlu melakukan beberapa upgrade dan pengisian furniture saja demi menunjang operasional di kantor.
Yang terpenting, jika Anda ingin melakukan fit out interior dan menggunakan jasa profesional, maka Anda harus mencari jasa yang sudah berpengalaman dan terpercaya. Apalagi, di Indonesia masih belum ada terlalu banyak jasa fit out interior profesional. Jangan sampai Anda malah menyesal dengan hasilnya nanti. Semoga bermanfaat.
Di dalam dunia konstruksi modern dan properti, istilah fit out makin sering ditemui beberapa tahun belakangan ini. Secara sederhana, fit out merupakan proses penataan sekaligus penyempurnaan sebuah ruang bangunan agar siap untuk digunakan sebagaimana mestinya.
Untuk Anda yang penasaran, berikut beberapa perbedaan antara fit out interior vs renovasi.
Mengenal Apa Itu Fit Out Interor
![]() |
| Pengadaan fungsi pada sebuah ruangan, Sumber: pexels.com |
Mudahnya, ketika bangunan sudah selesai dibangun, maka proses selanjutnya yang mencakup memasang plafon, partisi, pencahayaan dan instalasi listrik, hingga pemasangan lantai dan lain sebagainya termasuk dalam fit out. Oleh karena itu pula, jasa fit out interior berbeda dengan arsitek.
Biasanya, step by step proses fit out interior ini dimulai dari perencanaan sekaligus desain, menyiapkan area kerja, pemasangan instalasi sistem utama, mulai pengerjaan bagian sipil dan interior termasuk memilih meja atau memilih kursi yang tepat sesuai kebutuhan, hingga akhirnya pemeriksaan dan finishing.
Istilah fit out interior sendiri tidak hanya berpacu untuk rumah saja, namun bangunan lain yang cukup besar seperti kantor, apartemen, hingga pusat perbelanjaan. Semakin kompleks kebutuhan dan fungsionalitas di dalam ruangan tersebut, maka makin profesional juga jasa fit out interior yang dibutuhkan.
Fit out sendiri terbagi dalam beberapa jenis, yakni Category A fit out yang cakupannya hanya pekerjaan dasar seperti pemasangan lantai dan plafon. Category B fit out adalah tahap lanjutan seperti pemasangan partisi dan beberapa furniture khusus, dan yang terakhir adalah Shell and Core yang cakupannya mengacu pada bangunan yang masih benar-benar “mentah”.
Memahami Perbedaan Fit Out Interior vs Renovasi, Agar Tak Salah Paham
![]() |
| Contoh renovasi pada sebuah ruangan, Sumber: pexels.com |
Secara sederhana, renovasi merupakan proses memperbarui, memperbaiki, meremajakan ataupun meningkatkan kualitas baik dari struktur bangunan maupun estetikanya. Agar lebih lengkap, berikut perbedaan fit out interior vs renovasi yang perlu diketahui.
1. Dilihat dari Perbedaan Kondisi Awal Ruangan
Perbedaan pertama yang bisa dilihat dari fit out interior vs renovasi adalah kondisi awal dari ruangan yang akan dikerjakan. Ruangan awal untuk fit out adalah ruangan kosong atau bisa juga disebut belum siap pakai.Sedangkan, pada renovasi biasanya ruangan tersebut sudah memiliki banyak barang dan furniture karena sudah pernah digunakan sebelumnya. Jadi mudahnya, fit out interior bekerja di ruangan kosong yang belum pernah digunakan, sedangkan renovasi sebaliknya.
2. Dilihat dari Fokus Pengerjaan
Aspek lain yang juga bisa menjadi point perbedaan antara fit out interior vs renovasi adalah fokus pengerjaannya. Pada fit out interior, fokus pengerjaannya adalah pada pemasangan infrastruktur dasar dan penataan interior sampai lengkap dan siap digunakan.Sedangkan, pada pekerjaan renovasi fokus pengerjaannya adalah pada upgrade, penggantian atau perbaikan salah satu bagian ruangan yang memang sudah membutuhkan. Artinya, pada renovasi hanya bisa mengerjakan salah satu sudut kecil saja yang memang sudah harus diganti atau diperbaiki.
3. Dilihat dari Waktu Pengerjaan
Perbedaan fit out interior vs renovasi juga bisa dilihat dari waktu pengerjaannya. Contohnya saja pada sebuah kantor, fit out dilakukan sebelum kantor tersebut dibuka. Sebab, memang di dalamnya belum ada segala perlengkapan yang dibutuhkan untuk bekerja sehingga kantor belum bisa beroperasi.Sedangkan, renovasi bisa dilakukan setelah sebuah kantor dibuka dan beroperasi. Bahkan, proses renovasi ini tetap bisa dilakukan ketika kantor sedang beroperasi selama dirasa tidak mengganggu, atau setidaknya tidak membutuhkan waktu yang terlalu lama.
4. Contoh Pengerjaan Fit Out dan Renovasi
![]() |
| Ruangan yang telah dilakukan fit out, Sumber: pexels.com |
Sedangkan, untuk contoh renovasi kantor adalah mengubah beberapa furniture, atau mengubah layout lama karena dianggap sudah tidak efektif lagi. Atau contoh yang lebih sederhana adalah mengubah model pintu rumah di rumah Anda karena sudah rusak atau modelnya sudah ketinggalan zaman.
Nah, itulah beberapa perbedaan fit out interior vs renovasi yang perlu Anda ketahui. Lalu kemudian, sering muncul pertanyaan jika Anda baru akan membuka kantor, apakah fit out interior wajib dilakukan? Jawabannya adalah tergantung dari kondisi kantor itu sendiri.
Jika keadaannya masih benar-benar kosong sampai belum ada instalasi peralatan-peralatan vital, maka jawabannya tentu saja iya. Namun, jika ternyata kondisi ruangan sudah cukup memadai, maka Anda hanya perlu melakukan beberapa upgrade dan pengisian furniture saja demi menunjang operasional di kantor.
Yang terpenting, jika Anda ingin melakukan fit out interior dan menggunakan jasa profesional, maka Anda harus mencari jasa yang sudah berpengalaman dan terpercaya. Apalagi, di Indonesia masih belum ada terlalu banyak jasa fit out interior profesional. Jangan sampai Anda malah menyesal dengan hasilnya nanti. Semoga bermanfaat.



Comments
Post a Comment