7 Hal yang Perlu Dilakukan Agar Aman Dalam Transaksi Membeli Rumah

 Bagi Anda yang ingin membeli rumah melalui developer sebagaimana penjualan rumah subsidi Serang, perhatikanlah berbagai hal seputar transaksinya. Meskipun kita tidak berharap ada kejadian yang merugikan, namun memastikan berbagai hal berikut ini bisa memberikan manfaat tambahan dan memastikan kelancaran proses transaksinya.

1. Periksa Reputasi Developer

Dalam dunia bisnis property rumah, ada yang disebut dengan developer. Developer yang dalam Bahasa Indonesia disebut sebagai pengembang merupakan pihak pengelola property yang menjadi penjual rumah baik KPR subsidi atau yang lainnya. Sehingga, jika Anda sebagai pembeli, Anda akan melakukan transaksi kepada developer.

Yang perlu Anda lakukan adalah memeriksi reputasi pihak developer. Anda dapat bertanya langsung kepada developer terkait legalitas usahanya, tentang berbagai transaksi yang mereka pernah lakukan dan bertanya kepada konsumen yang sudah pernah bertransaksi atau melakukan kerja sama bersama developer rumah yang ingin Anda beli.

Developer Rumah


2. Bayarlah DP Setelah Persetujuan KPR

Biasanya, untuk melanjutkan tahapan transaksi beli rumah via KPR, Anda perlu membayar down payment. Dengan membayar down payment, pihak developer semacam terikat untuk tidak memindahkan transaksi kepada pelanggan lainnya kecuali setelah mendapatkan kepastian pembatalan transaksi.

Biasanya, kendala yang akan ditemui adalah apabila KPR (Kredit Pemilikan Rumah) tidak disetujui oleh Bank. Maka, Anda sebagai pembeli perlu mencari sumber dana di tempat lainnya. KPR yang tidak disetujui oleh bank juga akan membuat keraguan bagi developer untuk melanjutkan transaksinya kepada Anda sebagai pembeli. Maka, langkah yang paling baik adalah melakukan down payment setelah mendapatkan persetujuan KPR.

3. Negosiasikan Garansi Booking Fee

Cara lainnya agar tidak menjadi kerugian setelah melakukan down payment adalah meminta garansi booking fee. Maksud dari istilah ini adalah pengembalian sejumlah persentase down payment atau angsuran apabila Anda harus membatalkan transaksi kepada pihak developer. Tanpa garansi ini, developer bisa saja membawa semua uang yang sudah Anda bayarkan.

4. Periksa Surat Perjanjian

Dalam transaksi membeli rumah kepada pengembang, biasa terdapat apa yang disebut perjanjian pengikatan jual beli yang disebut dengan singkatan PPJB. Anda harus memeriksa secara seksama setiap poin yang tertera dalam perjanjian tersebut. Tips ini sangat disarankan dalam tips membeli rumah KPR subsidi.

Perjanjian pengikatan jual beli ini bisa menjadi landasan apabila terdapat sengketa salah satunya penipuan. Perjanjian ini juga bisa dijadikan landasan untuk menuntut berbagai hal yang dilanggar oleh developer. Namun, tentu saja hal ini juga berlaku untuk Anda, sehingga perjanjian ini bisa menjadi landasan juga bagi developer apabila Anda terbukti melanggar perjanjian.

5. Pastikan Legalitas Administrasinya

Sebelum melangkah lebih jauh untuk membeli rumah kpr dari developer, Anda juga perlu memeriksa berbagai hal yang berkaitan dengan legalitas administrasi dari property yang akan dibeli. Dalam hal ini, legalitas yang dimaksud adalah akta jual beli.

Anda bisa mendatangi pihak seperti Dinas Pertanahan setempat salah satunya. Apabila property masih berstatus HGB (Hak Guna Bangunan), berarti saat membeli yang pertama kali perlu Anda lakukan adalah menjadikannya Akta Tanah. Jika property memiliki legalitas berbentuk akta, berarti saat Anda membelinya, Anda perlu mengganti agar akta tersebut mencantumkan nama Anda sebagai pemiliknya.

6. Hindari Transaksi yang Tidak Sah

Pihak-pihak yang sudah biasa berbisnis transaksi seperti ini bukan tidak mungkin untuk menempuh jalan pintas. Dengan iming-iming transaksi yang singkat sehingga pembeli dapat dengan cepat memilikinya, bisa saja terdapat tawaran salah satunya adalah melakukan transaksi bawah tangah. Namun transaksi jenis ini bukan saja tidak sah, tetapi dapat berpotensi menjadi kerugian bagi Anda dimasa mendatang.

Contoh lainnya adalah apabila Anda mengajukan KPR kepada pemodal selain bank yang diusulkan oleh developer. Jika langsung percaya dengan rekomendasi pemodal oleh developer tanpa memeriksa dengan teliti, maka antisipasi saat terjadi masalah menjadi berkurang. Jangan takut untuk menghindari transaksi yang tidak jelas, pihak developer biasanya bisa memakluminya.

Ilustrasi Transaksi, sumber Sarjana Ekonomi

7. Pantau Proses Pembangunan

Membeli rumah kepada developer memiliki kelebihan tersendiri. Salah satunya adalah pembeli tinggal menerima saja hasil transaksinya. Masalah pembangunan biasanya dipantau langsung oleh developer. Namun, apabila terjadi keterlambatan atau kendala dalam pembangunan tanpa Anda ketahui, tentu saja hal ini bisa menjadi kerugian bagi Anda.

Karena itu, tidak ada salahnya jika sesekali Anda bertanya tentang proses pembangunan rumah yang sudah dilakukan oleh developer. Yaitu sudah sejauh mana progresnya, apakah sudah sesuai dengan target yang telah dinegosiasikan sejak awal atau tidak dan informasi lainnya yang perlu Anda tanyakan terkait proses pembangunannya.

Jika sudah memastikan ke tujuh hal diatas, diharapkan proses transaksi Anda dapat lancar dan aman. Semoga informasi ini dapat memberikan manfaat untuk Anda. Simak terus berbagai informasi lainnya di halaman blog Goan Australia.

Comments