Prosedur Aman Naik Bus Wisata ke Jogja

Yogyakarta tentu masih tetap memberikan perhatiannya dalam sektor pariwisata saat pandemi. Karena itu, saat ada gagasan new normal, jajaran pemerintahan Provinsi Yogyakarta berusaha menormalkan kembali berbagai sektor perekonomian di Jogja termasuk pariwisatanya.

Rencananya Yogyakarta akan menerapkan new normal pada Juli mendatang. Namun, dilansir dari situs suara Jogja, Sultan Hamengkubowono X tidak ingin tergesa-gesa. "Kita lihat nanti perkembangannya gimana kan pasien positif covid-19 yang di rumah sakit masih banyak. Jangan tergesa-gesa," ungkap Sultan di Kompleks Kepatihan Yogyakarta, Jumat (29/05/2020) siang.

Karena penerapan new normal memang harus dibarengi dengan kedisiplinan para warganya. Sehingga kepastian mengenai pembukaan sektor wisata di Jogja menunggu perkembangan terkait bagaimana hasil penerapan new normal nantinya. Ini semua demi kebaikan bersama tentunya.

Bus Antar Provinsi
Bus Antar Provinsi, sumber Republika


Tips Wisata Saat New Normal

Apabila penerapan new normal lancar, maka peluang pembukaan obyek-obyek wisata akan semakin besar. Hal ini tentu menjadi berita baik bagi sebagain besar masyarakat. Karena selama penerapan social distancing, mengunjungi lokasi wisata menjadi aktivitas yang diidam-idamkan sebagai sarana melepas penat dan bosan karena harus terus di rumah.

Namun perlu tetap dipahami, bahwa kondisinya masih tetap tidak normal sebagaimana kemarin saat belum ada pandemi. Bahwa keadannya adalah new normal, dimana kegiatan dan aktivitas boleh dilakukan namun memperhatikan prosedur kesehatan untuk mencegah penyebaran virus.

Untuk Anda yang ingin mengunjungi lokasi wisata, saat nanti sudah boleh dibuka kembali, berikut beberapa tips agar tetap aman :

1. Pilih lokasi yang sepi

Meskipun nanti berbagai lokasi wisata akan dibuka, namun pilihlah lokasi wisata yang akan Anda kunjungi. Kunjungi spot wisata yang tidak ada pengunjung. Jika tidak ada, Anda masih bisa mengunjungi spot wisata yang pengunjungnya dibatasi sehingga tidak terlalu ramai (sepi).

2. Jangan terburu-buru menikmati wisata

Saat berada di lokasi wisata, janganlah terburu-buru. Sebaiknya nikmati spot wisata yang Anda kunjungi dengan menikmati pemandangannya saja. Apabila Anda di lokasi wisata seperti pantai, tidak perlu berenang atau bermain air hingga kondisi benar-benar aman. Cukupkan waktu untuk berjalan-jalan dan menikmati pemandangan saja agar tetap aman.

3. Hindari kontak langsung

Saat berada di lokasi wisata, meskipun bisa jadi pengelola lokasi sudah mensterilkan tempat, namun sebisa mungkin tidak menyentuh berbagai benda atau tempat di lokasi wisata. Apabila terlanjur menyentuh, segera pakai hand sanitizer. Sehingga Anda bisa mencegah infeksi virus.

4. Batasi waktu kunjungan

Untuk sementara waktu, sekedar melepas kebosanan dengan memperhatikan tempat wisata yang indah saja sudah cukup. Selain itu, batasilah waktu kunjungan Anda. Tidak perlu berlama-lama. Dengan tidak berlama-lama, maka peluang penyebaran akan dapat ditekan dan giliran kunjungan bagi wisatawan lain juga akan tersedia.

5. Perhatikan kondisi tubuh

Yang paling penting tentu saja kondisi tubuh. Apabila Anda sedang sakit, jangan mengunjungi lokasi wisata sama sekali. Jika kondisi tubuh Anda baik-baik saja, pastikan Anda memiliki kekebalan tubuh yang baik dengan mengkonsumsi makan bergizi, multivitamin serta berolahraga yang cukup.

Protokol Kesehatan Naik Bus

Meskipun dalam kondisi sudah diperbolehkan berwisata secara terbatas, namun pelaksanaan protokol kesehatan tetap harus diutamakan. Nah, jika Anda memilih untuk sewa bus Jogja, maka protokol ini akan mudah dilakukan. Lantas bagaimana protokolnya? Simak di bawah ini.

Kali Kuning Jogja
Spot Kali Kuning, sumber : ig @andilutz_



1. Gunakan Masker

Tentu saja harus menggunakan masker. Karena pandemi yang sedang melanda memang merupakan penyakit yang penularannya melalui pernapasan ke udara. Menggunakan masker bukan hanya untuk melindungi diri sendiri namun juga melindungi orang lain.

Saat menggunakan kendaraan bus, sebaiknya tanyakan juga apakah ada prosedur wajib masker. Jangan sekali-kali menggunakan bus yang tidak memberlakukan prosedur wajib masker.

2. Jaga Jarak

Jaga jarak dengan sesama penumpang bus. Hal ini juga perlu dipastikan pada layanan bus yang Anda pesan. Menjaga jarak dapat mengurangi resiko penularan virus. Pada beberapa moda transportasi, biasanya tempat duduk memang diberi tanda sehingga penumpang tidak duduk berdekatan satu sama lain. Jika penumpang duduk rapat, sebaikanya Anda menggunakan layanan bus lainnya yang aman.

3. Gunakan Hand Sanitizer

Penularan juga bisa melalui perantaraan sentuhan. Misalnya adalah handle pintu, kursi penumpang dan lain-lain. Karena itu, pastikan Anda membawa hand sanitizer dan menggunakannya. Biasanya, saat ini setiap sektor publik menyediakan sarana cuci tangan saat sebelum maupun setelah. Misalnya sebelum masuk bus dan setelah keluar bus. Selain itu, pakailah hand sanitizer yang Anda bawa disetiap kesempatan seperti sebelum menyetuh wajah dan makanan atau minuman.

4. Waspadai Orang Sakit

Meskipun berpergian mungkin untuk tujuan yang diperlukan, namun tidak ada gunanya jika harus membahayakan diri Anda. Maka, jika Anda merasa berada bersama orang yang memiliki ciri-ciri penularan virus, sebaiknya urungkan niat Anda. Namun jika tidak ada tanda orang sakit bersama Anda, lanjutkan perjalanan dengan tetap melakukan prosedur kesehatan.

5. Pastikan Kesehatan Anda

Selain semua prosedur keamanan yang terkait hal-hal dari luar dan lingkungan, tentu saja Anda harus memastikan diri Anda sendiri. Apabila Anda sedang sakit, maka bukan saatnya Anda untuk menempuh perjalanan. Sebaiknya Anda berobat dan menjauh dari keramaian untuk mengurangi resiko penyebaran.

Semoga ulasan artikel ini dapat bermanfaat untuk Anda. Simak juga berbagai ulasan menarik seputar wisata lainnya di blog kami. Berikan komentar dan share artikel ini ya!

Comments